Setiap orang pasti memiliki sosok yang ia jadikan sebagai idola, panutan, atau guru. Yah, mungkin gak semua, tapi kebanyakan orang memiliknya. Termasuk saya. Tidak hanya sebagai penyemangat bagi kita untuk bisa meniru keberhasilan mereka (dalam hal tertentu), sosok ini juga terkadang kita jadikan sebagai ‘tempat peraduan’ bila kita mengalami masalah (dalam hal tertentu). Dalam bisnis internet pun kita, atau kebanyakan dari kita, memiliki sosok yang diidolakan. Termasuk saya. Biasanya, tokoh-tokoh idola ini adalah pebisnis internet yang sudah lebih dulu sukses. Dan dengan mengidolakan mereka, kita berharap suatu saat akan dapat mencapai tingkat kesuksesan yang sama, atau bahkan melampauinya.

Dalam memilih figur guru, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelumnya.

  • Apabila mereka  adalah orang yang sukses, pahami bahwa ‘waktu luang’ mereka terbatas. Orang-orang yang sukses berusaha untuk mempersingkat waktu kerja mereka karena mereka ingin meluangkan waktu sebanyak-banyaknya bersama dengan orang yang mereka cintai atau untuk melakukan hal-hal yang mereka cintai. Jadi, yang dimaksud dengan terbatas di sini adalah waktu yang mereka alokasikan untuk melakukan hal-hal yang bukan tujuan awal mereka untuk sukses. Nah, dengan demikian, jangan berharap bahwa ‘seorang guru’ akan standby dan bisa mengajari Anda setiap waktu. Sekali lagi bukan karena tidak mau, melainkan karena tidak ada waktu. Solusinya adalah Anda yang harus cerdas untuk mengamati kebiasaan dari mereka dan apa yang mereka kerjakan untuk mendapatkan kesuksesan. Selanjutnya tinggal ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).
  • Seorang guru juga manusia, tidak selamanya putih. Meskipun di depan terlihat selalu melakukan tehnik-tehnik whitehat, bisa jadi di belakang dia mengerjakan hal lain secara blackhat. Ini WAJAR. Yang tidak wajar adalah apabila kita kemudian memandang sinis pada mereka hanya gara-gara ketahuan melakukan kegiatan blackhat tersebut. Kenapa? Karena pada saat Anda memilih mereka sebagai guru, mengetahui baik buruknya mereka di kemudian hari adalah suatu resiko.
  • Berkaitan dengan poin di atas, miliki pikiran yang terbuka (open mind) dan belajarlah dari banyak guru. Masing-masing dari mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. So, ambil kelebihannya, dan pilah keburukannya. Ingat, ini bisnis, dan Anda sedang berusaha untuk sukses. Tidak perlu sungkan untuk belajar dari berbagai sumber. Apalagi jika diantaranya berbayar. Yang penting adalah itu tadi, have an open mind. Pernah nonton film-film kungfu atau baca cerita silat, kan? Biasanya, apabila seseorang ingin belajar jurus atau aliran yang baru, maka ia akan diminta untuk membuang atau melupakan aliran-aliran kungfu yang sudah ia kuasai sebelumnya. Konsepnya sama dengan membuka pikiran kita terhadap ajaran bisnis internet yang berbeda dari guru yang berbeda.
  • Terakhir, pada saat Anda membeli sebuah produk, maka secara tidak langsung Anda sudah ‘menganggap’ bahwa pembuat produk tersebut adalah guru Anda. Pada artikel sebelumnya saya sudah menulis berbagai tips seputar pemilihan produk digital secara cerdas, yang intinya, putuskan untuk membeli setelah Anda benar-benar percaya dengan produk dan pembuatnya. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah kata ‘percaya’. Apapun produk yang Anda beli akan terlihat bagaikan produk sampah apabila dari awal Anda tidak memiliki kepercayaan terhadap kualitas produk dan pembuat produk tersebut. Bahkan seandainya produk tersebut tidak menipu dan pembuatnya tidak berbohong, akan tetap saja terlihat bagai penipu dan pembohong di mata Anda. So, ketika sudah yakin untuk membeli produk, tinggikan kepercayaan Anda terhadap produk dan pembuat produk yang bersangkutan, dan perlakukan ia sebagai guru Anda. Setidaknya untuk topik yang berhubungan dengan produk tersebut.

Satu hal lagi yang mungkin perlu Anda ketahui, sosok guru bisnis internet Anda tidak harus orang yang sukses di bisnis internet. Atau orang yang bisa mengajari Anda tentang bisnis internet. Atau orang yang berkecimpung di bidang bisnis internet.

Salah satu ‘guru’ saya dalam bisnis internet adalah orang yang SAMA SEKALI tidak pernah mengajarkan ilmu bisnis internet kepada saya. Namun, salah satu penyebab keberhasilan saya adalah karena saya terinspirasi oleh keuletan dan kegigihan beliau.

Salah satu ‘guru’ saya tentang kehidupan juga adalah orang yang hanya pernah saya temui SATU KALI. Ia seorang gay, atau lebih tepatnya biseks, yang berprofesi sebagai model terkenal. Selain dapet bocoran mengenai kehidupan ‘gelap’ para bintang fim dan pemain sinetron, hehehe,  ia juga mengajarkan banyak hal kepada saya mengenai kerasnya kehidupan. Dan jangan khawatir, saya tidak melakukan hal yang ‘aneh-aneh’ dengan dia :) Tidak semua kaum dengan ‘kelainan’ seperti mereka berperilaku seburuk apa yang kita bayangkan selama ini. Yang jelas, pertemuan dengan dia selama 3 jam di sebuah warung pinggir jalan mungkin merupakan salah satu titik balik dalam kehidupan saya.

Well, kembali soal guru bisnis internet, sudahkah Anda menemukan sosok guru Anda?